Penelitian Dan Data Sebagai Alat Dalam Pengambilan Keputusan Advokat: Fokus pada Tiongkok & Asia Tenggara
Latar Belakang
Pada Januari 2024, Faunalytics merilis Tahap I dari proyek “Penelitian Dan Data Sebagai Alat Dalam Pengambilan Keputusan Advokat” (Faunalytics, 2024), bertujuan untuk memahami bagaimana gerakan advokasi hewan memanfaatkan data untuk meningkatkan produksi, pendanaan, dan penggunaan penelitian demi membantu hewan. Laporan ini, didasarkan pada wawancara peneliti dari seluruh dunia, mengidentifikasi advokat di Global South memiliki perspektif yang berbeda dalam penggunaan penelitian, terutama mencatat kesenjangan bukti mengenai tren regional yang menghambat kemampuan mereka untuk menggunakan penelitian secara efektif.
Penelitian ini—Tahap II dari proyek yang sama—mendalami lebih jauh terkait penelitian dan data digunakan oleh advokat hewan di Global South, terutama di Tiongkok dan Asia Tenggara, kawasan penting yang memiliki populasi hewan ternak besar namun sering terabaikan dalam komunitas advokasi (Founders Pledge, 2020).
Dengan tujuan meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana organisasi advokasi hewan di kawasan ini terlibat dalam penelitian dan data, kita melakukan diskusi kelompok kecil dengan para pemimpin organisasi advokasi hewan di seluruh kawasan ini. Dalam tahap analisis, kita mengembangkan kerangka penerjemahan pengetahuan dari Tahap I (yang berfokus pada penerapan penelitian pasca-produksi), memperluas kerangka kerja keterlibatan penelitian yang lebih komprehensif, mencakup keterlibatan pemangku kepentingan sebelum, selama, dan sesudah produksi dilakukan.
Laporan ini menganalisis tiga aspek penggunaan penelitian: lima cara penelitian digunakan, empat hambatan dan pendorong penggunaan penelitian, serta gambaran umum dari keseluruhan proses keterlibatan penelitian. Penelitian ini juga berupaya memahami perbedaan cara advokat Asia menggunakan penelitian, dibandingkan advokat di Global North. Dengan memahami faktor krusial dalam penggunaan data ini, advokat dan donatur – baik di Asia maupun global – dapat mendukung advokat hewan di Tiongkok dan Asia Tenggara dalam upaya melindungi hewan di kawasan ini.
Temuan Utama
- Penelitian digunakan baik secara eksternal (untuk memahami, memengaruhi, dan mendukung pemangku kepentingan eksternal) maupun internal (untuk menyampaikan keputusan organisasi dan program internal) dan dapat mengarah pada pergeseran strategi yang signifikan. Dalam keterlibatan eksternal advokat, penelitian merupakan bagian utama dalam kampanye yang bekerja sama dengan pemangku kepentingan perusahaan, pembuat kebijakan, produsen, atau anggota gerakan advokasi lainnya. Untuk kasus penggunaan internal, kita menemukan bahwa penelitian digunakan untuk memprioritaskan dan meningkatkan aktivitas dalam sebuah organisasi, untuk menguji efektivitas atau kelangsungan intervensi, atau bahkan untuk mengkaji ulang strategi atau pendekatan advokasi organisasi secara keseluruhan—seorang advokat menjelaskan bagaimana penelitian mendorong mereka untuk beralih dari advokasi vegan jalanan ke kampanye perusahaan.
- Hambatan dalam penggunaan penelitian meliputi lokalisasi, kredibilitas, aksesibilitas, dan kegunaan. Lokalisasi—menyesuaikan penelitian agar relevan dengan konteks Asia dalam hal isi dan format—merupakan faktor pendukung utama. Penelitian yang dilokalisasi memudahkan advokat untuk merancang intervensi yang relevan secara lokal, menghasilkan argumen persuasif pemangku kepentingan lokal, dan memprioritaskan strategi yang tepat. Kredibilitas juga penting, karena hasil penelitian yang dapat dipercaya dari sumber yang kredibel dapat memperkuat legitimasi organisasi dengan mengukuhkan reputasi berlandaskan bukti-bukti. Beberapa pemangku kepentingan menilai penelitian tertentu lebih kredibel karena faktor kontekstual, seperti preferensi terhadap universitas atau mitra tertentu, atau melihat kerja organisasi seperti Bank Dunia sangat kredibel karena perannya sebagai donatur utama. Aksesibilitas juga merupakan pertimbangan penting, memastikan penelitian dapat diakses secara gratis dan berada di lokasi yang mudah dijangkau akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk menemukan dan menggunakan penelitian yang ada secara efektif. Terakhir, untuk memastikan kegunaan, format, isi, dan waktu menjadi kunci-penelitian harus disampaikan dalam format yang sesuai dengan pemangku kepentingan, dengan isi yang relevan pada tingkat detail yang sesuai, pada waktu yang tepat.
- Proses keterlibatan penelitian memiliki empat tahap: Perencanaan, Produksi, Penerapan, dan Evaluasi. Pada tahap Perencanaan, organisasi menetapkan tujuan, mengalokasikan sumber daya, dan mengidentifikasi pemangku kepentingan yang dilibatkan. Tahap Produksi melibatkan perancangan penelitian, pengumpulan data, dan analisis hasil. Tahap Penerapan fokus pada komunikasi dan berbagi hasil penelitian dalam kerja praktik. Tahap Evaluasi fokus pada penyempurnaan proses melalui masukan dan refleksi untuk perbaikan berkelanjutan.
- Banyak advokat di Asia yang melokalisasi dan menghasilkan penelitian mereka sendiri, terkadang melalui kemitraan. Hampir semua advokat dalam penelitian kita terlibat dalam beberapa bentuk produksi penelitian, sering kali bekerja sama dengan peneliti universitas lokal atau organisasi penelitian lainnya. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya penelitian dan data lokal, yang mendorong advokat untuk melakukan penelitian sendiri dalam mengisi kesenjangan pengetahuan. Dengan ukuran gerakan advokasi di Asia yang kecil, advokat sering kali harus mengenakan dua peran, advokasi dan penelitian.
- Para advokat sering melibatkan pemangku kepentingan seperti petani dan perusahaan di berbagai tahap penelitian untuk meningkatkan penggunaan dan kegunaan upaya penelitian. Para advokat memberikan banyak contoh bagaimana mereka melibatkan pemangku kepentingan eksternal untuk menghasilkan penelitian yang efektif. Misalnya, berkolaborasi dengan petani dan pejabat setempat selama tahap perencanaan memfasilitasi pengumpulan data yang lancar dalam proyek penelitian pertanian pedesaan, memadukan masukan dari peneliti lokal dan mitra dari berbagai disiplin ilmu memungkinkan analisis yang lebih baik, dan melibatkan pemangku kepentingan utama perusahaan saat membangun kasus advokasi memungkinkan advokat menyesuaikan konten penelitian dan format penyebaran untuk membangun kasus yang lebih persuasif.
- Konsolidasi, pembagian, dan alat bantu data dapat menjadi cara yang menjanjikan untuk meningkatkan akses, penggunaan, dan efisiensi pengumpulan data penelitian. Banyak advokat menekankan perlunya data yang lebih terintegrasi dan peningkatan berbagi di antara advokat untuk meningkatkan akses ke berbagai sumber daya yang lebih luas, meminimalkan upaya duplikasi, dan menghemat waktu untuk mencari informasi. Tantangan saat ini mencakup advokat yang menghabiskan banyak waktu mencari di berbagai platform, kesulitan berbagi data, dan kesulitan mengakses material yang digunakan advokat lain.
- Bidang keilmuan yang paling banyak digunakan adalah ilmu kesejahteraan dan penelitian lingkungan, tetapi advokat juga menyebut penelitian perilaku, penelitian meta tentang pendekatan advokasi, dan lintas disiplin sebagai subjek utama untuk eksplorasi lebih lanjut. Banyak advokat menginginkan lebih banyak penelitian yang khusus ditargetkan pada perilaku konsumen Asia, penelitian tingkat meta (seperti mengidentifikasi taktik atau intervensi advokasi yang paling berdampak di Asia), dan penelitian interseksional yang mengeksplorasi berbagai faktor seperti agama, perubahan sosial, dan perubahan pola makan. Penelitian tentang kesejahteraan hewan, kelestarian lingkungan, dan dampak produk hewan terhadap kesehatan manusia adalah topik paling umum digunakan, tetapi dianggap kurang terabaikan, mungkin karena penerapannya yang universal.
Rekomendasi
Untuk Organisasi Advokasi Hewan
- Bagi organisasi di Asia, selidiki alternatif pendanaan dan sumber daya manusia. Organisasi kecil yang mungkin memiliki keterbatasan sumber daya internal dapat memanfaatkan anggaran penelitian universitas dengan menjalin kemitraan dengan peneliti universitas dan mengajukan pendanaan khusus, atau memanfaatkan talenta internasional melalui platform seperti Vegan Thesis.
- Bagi organisasi di Asia, disarankan untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pengumpulan dan integrasi data. Sistem AI yang semakin mudah diakses dan kuat dapat memperluas kemungkinan advokat untuk membuat sistem pemantauan dan pengumpulan data independen yang memudahkan manajemen dan analisis data. Para Advokat juga dapat memanfaatkan dukungan dari kelompok seperti Vegan Hacktivists, dan mengambil inspirasi dari contoh terbaru seperti Global Fishing Watch.
- Bagi organisasi di Asia, pertimbangkan cara yang sering terabaikan di mana penelitian dapat meningkatkan dampak Anda. Meskipun advokat umumnya menggunakan penelitian untuk tujuan seperti mempengaruhi pemangku kepentingan eksternal, menyampaikan strategi internal, dan merancang intervensi baru, banyak pihak yang mungkin dapat memperoleh manfaat dari mengeksplorasi kasus penggunaan tambahan. Bidang yang mungkin terabaikan meliputi pembuatan material training untuk staf dan sukarelawan, pengembangan alat bantu pengambilan keputusan berbasis penelitian, atau penggunaan data untuk memperkirakan efektivitas pekerjaan mereka. Meningkatkan pemanfaatan penelitian dalam organisasi Anda (atau tidak), dapat memberikan dampak besar pada keberhasilan upaya advokasi.
- Bagi organisasi di Global North, secara aktif menumbuhkan budaya berbagi penelitian. Para advokat dari organisasi kecil di Asia mengakui mengalami “imposter syndrome” (sindrom penipu) enggan untuk berbagi penelitian mereka dengan komunitas global (misalnya, komunitas FAST). Strategi untuk meningkatkan hal ini dapat mencakup mendukung organisasi kecil di Asiauntuk berbagi penelitian secara online atau di berbagai event, menyelenggarakan lokakarya pertukaran penelitian, dan secara aktif mendorong penelitian yang membahas isu-isu regional di negara berkembang.
Kedepannya, Faunalytics berencana memperluas perannya sebagai pusat basis data, dengan menambahkan perangkat membantu advokat memahami opini publik terhadap praktik pertanian, dampak dari investigasi yang dilakukan secara rahasia, dan masih banyak lagi. Kita bertujuan menciptakan sumber daya yang dapat disesuaikan dengan kawasan mana pun, memungkinkan advokat seluruh dunia untuk menggunakan data paling relevan bagi mereka.
Untuk Peneliti (Termasuk Peneliti yang Juga Advokat)
- Libatkan pengguna utama penelitian Anda dalam setiap tahap perencanaan, pembuatan, dan penilaian penelitian. Peneliti harus memprioritaskan keterlibatan advokat lokal di awal proses untuk memahami jenis penelitian yang mereka butuhkan, dan pertimbangkan melibatkan pemangku kepentingan berskala besar, seperti pembuat kebijakan atau pemimpin perusahaan, untuk memastikan penelitian tersebut relevan dan bermanfaat. Misalnya, berkonsultasi dengan pelaku kampanye kebijakan atau pembuat kebijakan dalam upaya memengaruhi kebijakan kesejahteraan dapat membantu peneliti menyesuaikan penelitian mereka dengan format, isi, atau sumber data yang sesuai dengan preferensi pembuat kebijakan, untuk memperbesar potensi dampaknya.
- Lakukan penelitian yang terarah dan relevan secara lokal dan pertimbangkan untuk mereplikasi penelitian global di tingkat regional. Peneliti fokus pada subjek penting bagi konteks lokal, seperti ilmu kesejahteraan dan persinggungan antara pertanian, lingkungan, dan kesehatan manusia, sambil menangani topik yang terabaikan namun sangat dibutuhkan seperti perilaku konsumen Asia dan taktik advokasi yang efektif di Asia. Peneliti juga harus mempertimbangkan melakukan replikasi lokal dari spenelitian internasional yang berpengaruh, seperti penelitian “protein pintar” Uni Eropa, yang kemungkinan akan menghasilkan temuan yang relevan dan dapat digunakan. Melakukan studi lanskap yang lebih luas dapat memberikan wawasan komprehensif yang bermanfaat bagi advokat internasional dan lokal. Baca panduan replikasi Faunalytics untuk mendapatkan inspirasi.
- Mengadaptasi laporan penelitian ke dalam format lain-seperti materialal training, ringkasan, atau video-untuk meningkatkan aksesibilitas bagi advokat dan pemangku kepentingan lainnya. Selain menerjemahkan hasil penelitian yang sudah ada dan yang akan datang, peneliti juga harus mempertimbangkan untuk menciptakan adaptasi yang sesuai untuk berbagai kelompok pemangku kepentingan di berbagai negara. Dapat mencakup material training untuk advokat, ringkasan untuk pembuat kebijakan, atau tinjauan video untuk masyarakat umum. Berkolaborasi dengan advokat lokal dan pendiri komunitas dapat meningkatkan proses ini, memastikan bahwa material dapat diakses dan relevan di berbagai konteks. Dapat dibagikan dalam sebuah repositori atau basis data bersama.
- Melakukan audit data tingkat pergerakan untuk menetapkan agenda penelitian secara strategis. Menilai data yang saat ini dimiliki oleh setiap organisasi diperlukan untuk memahami sumber daya yang ada dan mengidentifikasi kesenjangan utama. Berdasarkan audit ini, prioritaskan pengumpulan data yang terkoordinasi, area di mana bukti yang ada dapat disintesis dan ditinjau, serta penelitian baru yang menargetkan kesenjangan yang paling kritis, memastikan bahwa upaya terkonsentrasi pada potensi dampak tertinggi. Pendekatan sistematis seperti ini memiliki potensi untuk melancarkan upaya penelitian di seluruh gerakan dan meningkatkan kualitas penelitian yang tersedia dapat memungkinkan berkembangnya strategi berlandaskan bukti di kawasan ini.
Untuk Donatur
- Pendanaan inisiatif yang mengatasi kesenjangan pengetahuan lokal. Arahkan pendanaan ke area di mana advokat di Asia menghadapi kesenjangan pengetahuan yang signifikan yang membatasi kemampuan mereka untuk memberikan dampak pada praktik penting dan terabaikan yang mempengaruhi populasi besar hewan ternak. Ini mungkin juga melibatkan peningkatan dukungan untuk upaya penelitian lokal dan mengalokasikan sumber daya untuk pelokalan dan penerjemahan penelitian untuk memastikan bahwa penelitian tetap relevan dan dapat diakses di area utama ini.
- Pendanaan seluruh rangkaian penelitian, termasuk diseminasi, keterlibatan, dan evaluasi penelitian. Untuk memprioritaskan penelitian yang berdampak, inisiatif harus mempertimbangkan tahapan utama dari proses penelitian. Ini mungkin melibatkan penelitian sebagai kriteria pendanaan atau mengalokasikan sumber daya untuk perencanaan, produksi, penyebaran, keterlibatan, dan evaluasi penelitian, dengan mengakui bahwa dampak penelitian dapat terjadi pada berbagai tahap.
- Berinvestasi dalam infrastruktur untuk meningkatkan akses dan distribusi penelitian. Memastikan peneliti dan advokat di Asia memiliki infrastruktur yang diperlukan untuk mengakses, berbagi, meninjau, dan meningkatkan penelitian yang digunakan dalam gerakan advokasi hewan. Dapat mencakup pembuatan pusat data regional untuk menggabungkan dan berbagi data penelitian di antara organisasi, mengembangkan alat yang mudah digunakan untuk mengintegrasikan penelitian ke dalam upaya advokasi, atau membuat platform berbagi yang dapat diakses oleh advokat di seluruh gerakan.
Menerapkan Temuan Ini
Kita memahami bahwa laporan ini memiliki banyak informasi yang perlu dipertimbangkan dan menindaklanjuti penelitian dapat menjadi tantangan tersendiri. Faunalytics dengan senang hati menawarkan dukungan pro bono kepada para advokat dan organisasi nirlaba yang menginginkan panduan untuk menerapkan temuan ini pada pekerjaan mereka. Silakan kunjungi Office Hours virtual kita atau hubungi kita untuk mendapatkan bantuan.
Dibalik Proyek
Tim Peneliti
Penulis utama proyek ini adalah Jah Ying Chung (Good Growth) dan Jack Stennett (Good Growth). Dr. Jo Anderson (Faunalytics), Dr. Peter John Chen (University of Sydney), dan Dr. Andie Thompkins (Faunalytics, Mercy for Animals) mereview dan mengawasi pekerjaan ini.
Ucapan Terimakasih
Kita ingin mengucapkan terima kasih kepada beberapa advokat yang telah memberikan masukan penting dalam penelitian ini selama proses berlangsung. Kita ingin mengucapkan terima kasih kepada para donatur atas dukungan mereka yang besar terhadap penelitian ini.
Terminologi Penelitian
Di Faunalytics, kita berusaha keras agar penelitian dapat diakses oleh semua orang. Kita sebisa mungkin menghindari jargon dan terminologi teknis dalam laporan. Jika Anda menemukan istilah atau frasa yang tidak dikenal, kunjungi Faunalytics Glossary untuk melihat definisi dan contoh yang mudah dipahami.
Kebijakan Etika Penelitian
Seperti penelitian-penelitian Faunalytics lainnya, penelitian ini dilakukan sesuai standar yang ditetapkan dalam Kebijakan Etika Penelitian dan Penanganan Data.
Citations:
Chung, J. Y. & Stennett, J. (2024). Research And Data As Tools In Advocates’ Decision-Making: A Focus On China & Southeast Asia. Faunalytics & Good Growth. https://faunalytics.org/research-and-data-as-tools-china-and-southeast-asia/

